First Indonesia-China Coal Summit (ICCS) 19-20 maret 2013                      "Bagi BPPT, Reformasi Birokrasi merupakan perubahan mendasar, mendesak dan menjadi keharusan yang melibatkan seluruh pegawai"                      Penerimaan Pegawai BPPT 2012 - http://lowongan.bppt.go.id

KEMBANGKAN TEKNOLOGI KELISTRIKAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN

Pemanfaatan energi terbarukan menjadi semakin penting mengingat semakin terbatasnya sumber energi fosil atau non-terbarukan. Melalui Perpres No 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, pemerintah telah berupaya untuk menyusun strategi pengelolaan energi nasional 2006-2025, dimana dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa dalam pasokan energi nasional harus dipenuhi 17% energi terbarukan. Selain itu melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Indonesia berkeinginan untuk membangun pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam dan kapasitas iptek dengan prinsip-prinsip green economy development. Ini menyatakan dengan jelas bagaimana peran energi terbarukan di masa yang akan datang.

 

Demikian antara lain disampaikan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar saat membuka secara resmi Musyawarah Nasional IX Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Elektro Indonesia (FKHMEI) dan Seminar Nasional bertema “Energi Baru dan Terbarukan” di Universitas Negeri Gorontalo (20/11). Jika melihat potensi energi di Indonesia, lanjutnya, selama ini masih didominasi oleh energi fosil yang jika dilihat dari ketersediaan dan pemanfaatannya saat ini akan habis dalam waktu kurang dari 20 tahun ke depan.

Sementara itu dengan potensi energi terbarukan yang cukup besar, tingkat pemanfaatannya masih sangat kecil. “Dalam proyeksi kapasitas pembangkit saat ini, jika dikembangkan dengan business as usual pada 2020 mendatang proporsi energi terbarukan baru sekitar 10% dan menurun sekitar 8% pada 2025. Ini menunjukkan bahwa kita harus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan secara sistematis. Tanpa itu energi terbarukan akan kalah bersaing dengan energi fosil,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, mewakili Guberbur Gorontalo mengatakan bahwa sebagai upaya mengimplementasikan visi Gorontalo yaitu “Terwujudnya Percepatan Pembangunan Berbagai Bidang serta Peningkatan Ekonomi Masyarakat yang Berkeadilan di Provinsi Gorontalo”, pemerintah daerah telah merumuskannya secara komprehensif empat program prioritas. Keempat program tersebut terdiri dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.

Pemda Gorontalo juga telah melakukan penataan dan pengembangan kawasan strategis serta pengembangan infrastruktur melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gorontalo – Paguyaman – Kawandang atau KEK Gopandang sebagai upaya mendukung optimalisasi MP3EI. “Beberapa isu strategis terkait pemanfaatan energi yang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah diantaranya yaitu finalisasi pembangunan PLTU Molotabu dan PLTU Anggrek, pengembangan potensi energi terbarukan untuk mendukung industrialisasi, meliputi pengembangan geothermal, biomassa energy dan pembangunan Waduk Dumbaya Bulan.

Menanggapi hal tersebut, Marzan mengatakan bahwa dalam salah satu program prioritas Pemerintah Gorontalo, yaitu ekonomi kerakyatan, seyogyanya didukung dengan basis teknologi. “Artinya, peran perguruan tinggi harus diberikan porsi yang lebih. Disinilah Universitas Negeri Gorontalo diharapkan dapat berperan lebih banyak dalam upaya membangun Provinsi Gorontalo. Selain itu mengenai rencana pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan yang sedang dilakukan, menjadi sebuah keharusan mengingat rasio elektrifikasi di Gorntalo masih rendah yaitu sekitar 46,79 ,” ungkapnya.

Kemudian berbicara mengenai status pengembangan teknologi kelistrikan dan energi terbarukan di Indonesia, terutama yang dilakukan oleh BPPT meliputi pembangkit listrik panas bumi, tenaga surya, tenaga arus laut, biomassa, Smart Grid dan Baron Techno Park.

“Dengan adanya prospek yang besar dalam pemanfaatan energi terbarukan, keberadaan mahasiswa teknik elektro yang nantinya akan menjadi Sarjana Teknik Elektro menjadi sangat penting. Peluang berkarya sebagai Sarjana Teknik Elektro sangat besar dalam berbagai industri modern. Keterlibatan Sarjana Teknik Elektro tidak terbatas hanya berkarier di perusahaan listrik atau telekomunikasi semata, namun juga sangat dibutuhkan dan penting keberadaannya di bidang industri lainnya. Peran Sarjana Elektro diperlukan dalam rangka mendukung ketersediaan tenaga listrik, khususnya dari sumber energi terbarukan,  yang berkualitas dan handal sebagai upaya peningkatan produktifitas dan daya saing industri nasional, serta dalam memajukan kesejahteraan bangsa kita,” tutup Marzan. (SYRA/humas)

 


Newer news items:
Older news items:

Add comment


Security code
Refresh

JL. MH.Thamrin no.8 , Jakarta Pusat 10340